• Orang Papua Minoritas dalam Air New Guinea ke Port Moresby

    Cukup menarik dan saya akhirnya menyadarkan diri bahwa memang jumlah orang Melanesia tidak dapat disamakan dengan total penduduk Jawa. Total orang Melanesia kurang lebih 25 juta kalau dibandingkan dengan penduduk Jawa lebih dari seratus juta lebih.

  • Kalau ke Denpasar Bali Jangan pakai Supir Bandara Tanpa Counter

    Saya sebenarnya sudah harus tahu hal ini, saya tidak boleh atau harus menghindari sekuat tenaga dalam yang saya miliki untuk tidak mengambil sopir yang pura-pura pakai identitas asli sopir bandara dan meminta langsung dia bawa tanpa menyebut harga atau sebelum negosiasi apa-apa.

  • Booking Group 10 Orang ke Atas di papua.click

    Di Papua.click tersedia fasilitas booking dalam kelompok, terdiri dari 10 orang ke atas.

  • Pengalaman Terbang Denpasar ke Port Vila Vanuatu

    Pengalaman saya terbang dari Denpasar Bali ke Port Vila Vanuatu penting saya bagikan karena pafa saat saya berangkat saya bawa dua botol minyak Yawy atau dipanggil dalam bahasa Indonesia sebagai buah merah.

  • Layanan PAPUA.click

    Guna mempermuda perjalanan anda ke mana saja di seluruh manca negara, papua.click hadi kehadapan anda, menawarkan paket tiket pesawat murah serta berbagai fasilitas perjalanan lainnya. papua.click juga menyediakan layanan pembelian pulsa dan berbagai layanan lainnya. Untuk selengkapnya silahkan kunjungi website kami di http://papua.click/

Lagu Tanah Papua Ajak OAP Jadi Tuan di Negerinya Sendiri

JAYAPURA, SATUHARAPAN.COM - Pencipta lagu 'Tanah Papua', Yance Rumbino, menegaskan, lagu ciptaanya yang saat ini bergema di seantero Tanah Papua diciptakan guna mengajak Orang Asli Papua (OAP) bekerja keras di atas tanahnya sendiri agar menjadi tuan di negerinya sendiri.

“Bukan menjadi penonton di atas negerinya. Karena Tuhan tidak keliru memberikan semuanya ini kepada orang Papua,” kata dia, dalam sebuah percakapan bulan lalu.

Yance mengatakan penciptaan lagu itu diinspirasi dari wilayah adat Meepago. “Walaupun saya orang Biak, tapi lagu ini terinspirasi dan sumbangan dari Meepago,” kata Yance.

“Saya ciptakan lagu ini bulan November 1985 di bukit Gamei, distrik Topo, Nabire. Saat itu saya berumur 22 tahun 1 bulan, saya ditempatkan sebagai seorang guru SD di Sinak, Puncak Jaya (dulu Paniai). Selama tiga tahun saya tinggal di sana saya tidak mengenal nasi, uangpun tidak. Saya hanya makan minum bersama masyarakat Sinak dengan air yang mengalir dari gunung sehingga inspirasi sayapun berkembang bahwa Tuhan memberikan tanah ini kaya tapi tidak mungkin Tuhan memberikan, orangnya berkekurangan,” tutur Lelaki kelahiran Sorong, 22 Juni 1953  itu.

Menurutnya, syair lagu yang dulunya dianggap tak mungkin, kini sudah terbukti, walaupun karya ciptanya itu pernah tak dihargai, bahkan diklaim diciptakan orang lain.

Tak kenal menyerah, ia terus berjuang mempertahankan hak ciptanya. Akhirnya lagu itu menjadi sangat populer saat ini.

Satuharapan.com yang mencoba menelusuri lagu Tanah Papua di youtube, menunjukkan betapa lagu tersebut sudah sangat populer, dinyanyikan oleh berbagai penyanyi, profesional maupun amatir.

Yance juga mengoreksi lirik lagu tersebut yang dinyanyikan secara keliru oleh beberapa penyanyi. Salah satunya adalah kelompok penyanyi Trio Ambisi.

Kekeliruan Trio Ambisi tersebut ternyata kemudian menyebar dan berulang diikuti oleh penyanyi-penyanyi lain tatkala menyanyikan Tanah Papua.

“(Liriknya) bukan 'syo ya Tuhan', tapi 'oh ya Tuhan', karena ini adalah suatu ucapan syukur kepada sang pencipta. Dan bukan 'Kau kupuja' tapi 'Yang kupuja', karena ini mensyukuri apa yang Tuhan berikan kepada kita yang ada di atas tanah Papua ini,” jelas Yance, menyebut potongan lirik yang keliru dinyanyikan oleh Trio Ambisi.

Menurut Yance, ia menggunakan alam Papua sebagai sumber inspirasi berkarya.   

“Perjalanan di tengah belantara pegunungan, pesisir, lembah dan ngarai adalah bagian dari seni kehidupan. Bagi saya, alam adalah sumber inspirasi dalam setiap karya,” bebernya.

Ia mengakui, hutan yang adalah paru-paru dunia kini terancam habis. Gunung yang mengandung emas dikeruk hingga tak bersisa. Jika demikian bagaimana kelak nasib gunung, hutan, dan air sungai yang jernih itu. Ia khawatir kelak hanya menjadi nyanyian  kosong.

Ditambahkan, meski belum ada pengakuan terhadap karya ciptanya, Yance Rumbino merasa puas karena lagu yang dirilis berdasarkan renungan panjang atas realita Tanah Papua itu kini dijadikan sebagai lagu persatuan Papua. Bahkan dalam menyanyikannya pun, seperti misalnya saat acara-acara penting, lagu tersebut dinyanyikan penuh khidmat dengan posisi berdiri dan tangan diletakan di dada.

Editor : Eben E. Siadari

Artikel ini telah tayang di satuharapan.com dengan judul "Lagu Tanah Papua Ajak OAP Jadi Tuan di Negerinya Sendiri", Klik untuk baca: <a href="https://www.satuharapan.com/read-detail/read/lagu-tanah-papua-ajak-oap-jadi-tuan-di-negerinya-sendiri?mibextid=NOb6eG&fbclid=IwZXh0bgNhZW0CMTEAAR27X_5MBRUXO8ckR7HPTYluLCq5iSFzMwKXwmnZQpkX8AEK8dmoAF1Mwxs_aem_AbhYI66vdrw6vg3NtuB4sbxStpGtshwLatbNiw3hMKOFAm_XbEqv07tJFhhNY29PcGpFEYjODLZpY4IORSrnqpAj">https://www.satuharapan.com/read-detail/read/lagu-tanah-papua-ajak-oap-jadi-tuan-di-negerinya-sendiri?mibextid=NOb6eG&fbclid=IwZXh0bgNhZW0CMTEAAR27X_5MBRUXO8ckR7HPTYluLCq5iSFzMwKXwmnZQpkX8AEK8dmoAF1Mwxs_aem_AbhYI66vdrw6vg3NtuB4sbxStpGtshwLatbNiw3hMKOFAm_XbEqv07tJFhhNY29PcGpFEYjODLZpY4IORSrnqpAj</a>Penulis : Yamoye AB

Penulis: Yamoye AB
Share:

Satgas Damai Cartenz tangkap AN, terduga pembunuh Danramil Aradide, Paniai


Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz mengatakan AN anggota TPN-PB OPM pimpinan KKB Kodap XIII Kegepa Nipouda Paniai

Penulis: Abeth You - Editor: Syofiardi

Nabire, Jubi – Setelah satu bulan jadi buronan, terduga pelaku penembak Danramil 1703-4/Aradide, Lettu (Anumerta) Oktovianus Sogalrey berhasil ditangkap Satgas Operasi Damai Cartenz di Paniai, Sabtu (11/5/2024).

Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Humas Operasi Damai Cartenz 2024 AKBP Bayu Suseno dalam keterangannya mengatakan terduga berinisial AN (30 tahun) sempat membawa kabur ponsel milik korban.

“Pada Sabtu, 11 Mei 2024 sekitar pukul 10.40 WIT, Satgas Operasi Damai Cartenz telah berhasil mengamankan seseorang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan Almarhum Danramil 1703-4/Aradide, Lettu (Anm.) Oktovianus Sogalrey yang tertangkap tengah membawa kabur telepon genggam milik korban,” kata AKBP Bayu, Sabtu (11/5/2024).

AKBP Bayu menjelaskan, identitas yang ditangkap berinisial AN, 30 tahun. Ia tercatat sebagai warga Kampung Widimeida, Kabupaten Paniai. Ia berjenis kelamin laki-laki, lahir di Widimeida, 6 Juli 1991.

Sejumlah barang bukti, kata AKBP Bayu, telah disita Satgas Damai Cartenz. Salah satunya ponsel dengan ‘sim card’ milik korban. Aparat juga menyita sebilah senjata tajam dan buku rekening bank dari terduga pelaku.
 
“Adapun sejumlah barang bukti yang diamankan di antaranya satu buah telepon genggam dengan nomor kartu SIM milik almarhum Danramil Aradide Lettu (Anumerta) Oktovianus Sogalrey, 1 buah parang, 1 set kunci L, 1 buah buku rekening BRI, dan 1 buah tas samping berwarna biru-hitam,” ujar AKBP Bayu.


Ia melanjutkan tersangka sedang diperiksa secara mendalam di Mako Polres Paniai. “Saat ini pelaku telah berhasil kami amankan dan sedang dilakukan pendalaman lebih lanjut oleh personil kami bersama Polres Paniai,” katanya.

Peran AN saat penembakan Danramil Aradide

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2024 AKBP Dr Bayu Suseno juga menyampaikan terduga pelaku penembakan Danramil 1703-04 Aradide Letda Inf Oktovianus Sogalrey yang berinisial AN merupakan anggota TPN-PB OPM dari pimpinan KKB Kodap XIII Kegepa Nipouda Paniai berinisial OS.

“Peran pelaku KKB AN adalah pemegang HP milik almarhum Danramil 1703-04 Aradide Letda Inf Oktovianus Sogalrey,” ujarnya.

Bayu mengatakan, dari keterangan, AN menjelaskan bahwa pada saat terjadinya penembakan terhadap Letda Inf Oktovianus Sogalrey, ia termasuk yang berada di lokasi penembakan bersama-sama dengan Pimpinan KKB Kodap XIII Kegepa Nipouda Paniai berinisial OS.

AN mengaku bahwa HP milik almarhum Danramil 1703-04 Aradide Letda Inf Oktovianus Sogalrey diambil oleh TPNPB-OPM berinisial YB yang juga merupakan salah satu pelaku yang terlibat dalam pembunuhan tersebut dan sempat terekam dalam video pembunuhan yang disebarkan oleh TPN-PB OPM Paniai beberapa waktu lalu.

“AN mengakui juga bahwa selama ini ia merupakan anggota KKB aktif yang selalu mengikuti aksi-aksi yang dilakukan oleh KKB Paniai pimpinan OS,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan Letda (TNI) Oktovianus Sogalrey ditemukan tewas pada Kamis (11/4/2024) pagi di Distrik Eladide, Kabupaten Paniai, Papua Tengah. Korban meninggal di lokasi karena ditembak oleh anggota OPM (Organisasi Papua Merdeka). (*)
Share:

6 SUKU ASLI TELUK WONDAMA

Selain kaya akan sumber daya alam, tanah Papua juga kaya akan keberagaman sukunya . Kurang lebih di Papua terdapat sekitar 255 suku yang ada, termasuk di Teluk Wandana. Ada lebih dari sepuluh suku asli Teluk Wondama yang perlu Anda ketahui.

Namun jumlahnya ada 6, itu yang terbesar dari semuanya. Inilah enam suku asli yang bisa kamu temukan di Teluk Wondama atau Teluk Wondama!

1. Suku Wamesa

Suku Wamesa - Suku asli Teluk Wondama

Yang pertama masuk dalam daftar adalah Suku Wamesa. Ini adalah salah satu suku asli terbesar di Papua Barat . Mereka tinggal di sekitar Teluk Wandamen, Windesi, Nikiwar, serta kepulauan Roeswar dan Roon. Tidak hanya itu, mereka juga tinggal di semenanjung Dusner, Rasiei, Wondiboy, dan juga Kabouw.

Seperti kebanyakan suku yang ada di Papua, suku Wamesa mempunyai budaya dan bahasa tersendiri. Mereka berbicara bahasa Wamesa atau bahasa Wamesa. Hingga saat ini, terdapat sekitar 4.000 orang yang masih berbahasa Wamesa.

2. Suku Maniwak

Suku Maniwak

Lalu ada Suku Maniwak yang merupakan etnis Negroid Melanesia. Mereka tinggal di perbatasan sungai Anggris, di desa Wasior dekat Masabuai. Selain itu, Anda bisa menemukannya di lepas pantai Sumawawi (Miei). Selain itu, mereka juga tinggal di Desa Mangguray hingga Desa Iriati (Keret Bieth).

Dataran tinggi Ramar dan Aitumiery berada di sisi timur. Lalu ada juga sungai Mei. Di sekitar kawasan inilah dimulainya peradaban masyarakat modern Papua. Pasalnya, sekolah modern pertama di Papua muncul di sini.

3. Suku Roon

Suku Roon

Suku asli yang berasal dari Teluk Wondama selanjutnya adalah Suku Roon. Kira-kira ada sekitar 1.100 orang yang ada di suku tersebut. Mereka tinggal di Pulau Roon, salah satu kepulauan di Kabupaten Teluk Wondama.

Pulau Roon terletak di sisi barat Teluk Cendrawasih atau Teluk Cenderawasih. Tepatnya lokasinya berada di ujung Tanjung Mangguar. Secara administratif, mereka tinggal di Distrik Warsior dan berbicara dalam bahasa Roon atau bahasa Roon.

4. Suku Mairasi

Suku Mairasi - Suku asli Teluk Wondama

Lalu ada Suku Mairasi, salah satu suku di Teluk Wondama atau Teluk Wondama. Mereka tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Teluk Wondama. Contohnya adalah Kecamatan Kaimana, Kecamatan Teluk Arguni, dan Kecamatan Wasior. Bahkan ada pula yang berdomisili di Kabupaten Fakfak.

Sekitar 2.500 orang berasal dari Suku Mairasi. Mereka berbicara bahasa Mairasi atau bahasa Mairasi.

5. Suku Rumberpon

Suku Rumberpon

Suku selanjutnya yang ada di Kabupaten Teluk Wondama adalah Suku Rumberpon. Mereka bermukim di sekitar kawasan Rumberpon, distrik paling utara di Teluk Wondama. Selain itu, kawasan ini merupakan salah satu kecamatan terluas di Kabupaten Teluk Wondama. Sebagian besar wilayahnya merupakan perairan, dengan satu pulau utama.

Diperkirakan ada sekitar 2.015 jiwa yang tinggal di Pulau Rumberpon. Kebanyakan dari mereka berbicara dalam bahasa lokal, yang berbeda dengan suku lain di Teluk Wondama.

6. Suku Sough

Suku Sough

Lalu ada Suku Sough, salah satu suku asli yang tinggal di sekitar Teluk Wondama. Selain di Teluk Wondama, mereka juga tinggal di Pegunungan Arfak. Mereka merupakan salah satu dari empat subsuku Suku Arfak. Namun keempatnya memiliki budaya yang berbeda dan juga bahasa yang berbeda.

Sebagian besar masyarakat suku Sough bekerja sebagai petani. Sedangkan dari segi agama, mayoritas beragama Protestan.

Kata-kata Terakhir
Nah itulah suku asli Teluk Wondama yang perlu kamu ketahui. Selain keenamnya, masih banyak lagi penduduk asli yang bisa Anda temukan di Teluk Wondama atau Kabupaten Teluk Wondama. Beberapa diantaranya adalah Suku Toro, Suku Kuri, dan Suku Moru. Selain penduduk asli, ada juga pendatang, seperti Suku Biak.
Share: